Jumat, 28 Desember 2012

How Cool Are You??

               Pernah suatu hari seseorang sebut-sebutin nama cafe yang satu ini. Katanya sih, tempat nongkrongnya anak gaul se-Malang Raya. Wow x.o right? Extra ordinary meen.. Jaman sekarang mana ada sih orang yang nggak ngaku kalo dirinya gaul abiis..bis..bis...buzz...

Oke. Fokus!! Jadi agak beda dari sebelumnya, mungkin bahasa yang aku pakai kali ini santai banget ya. Yaa nggak beda jauhlah sama pembahasan postingan ini.

Sebagian dari kalian yang memang bener-bener gaul pasti tau tempat ini, dan bahkan udah gak minat lagi baca artikel ini. Tapi gak ada salahnya donk bagi-bagi info buat yang belum se-gaul dan se-cool kalian. *wink*

Nah lanjut ke kisahku yang kala itu masih belum se-keren sekarang. LOL!
Dan diajaklah aku kesana oleh salah satu temen terunikku. Isunya disana ada batagor yang jadi favorit anak gaul jaman sekarang. Ssst.. kalian yang merasa tau tempat itu, please jangan bocorin rahasia kita. Hmmph...

Sampailah pada saat yang berbahagia. 
Tempatnya sih nggak luas banget. Tapi cukup buat nampung kerumunan arek gaul Malang yang habis pulang sekolah, ngaso disana. Aku kesananya pas ujan berhenti jadi bawaannya sejuk gitu. Padahal tempatnya bukan taman loh, cuma ada beberapa pohon yang mengelilingi.

Bener banget, isinya anak gaul semua. Ada pasangan-pasangan muda duduk deket-deketan. Sekelompok anak SMA yang baru pulang sekolah. Mahasiswa/i juga banyak. Gadget lengkap. Asap rokok berhembus dari hidung dan mulut. Di sini, di Eureka.

Eureka
Yang aku penasaran ya sama batagornya, padahal di list menu-nya banyak banget foods yang disediakan. Tapi pas liat ke meja orang-orang, kenapa semua pesennya batagor?? Ya yang pasti harus dicoba biar tau rasanya.

Jadilah batagor pesenanku dan para kawananku. Kalo untuk minumannya, yaa standard cafe lah yaa. Tapi ditawarkan dengan nama yang unik dan menggoda. Dan nggak tau ya, orderan minum ini datangnya lama, mungkin karena antri. Fine.

Batagor ini namanya Batagor Bang Ben. Enak lho, suweer enak. Dari logatnya keliatan kalo si penjual orang Bandung aseli. Speechless deh saking enaknya batagor. Dan yang pasti mengenyangkan. Temenku aja sampe terheran-heran kok bisa batagor ini ngenyangin banget. Dengan harga yang murah banget kita bisa menikmati rasa yang begitu mewah.

Batagor Bang Ben
Untuk batagor kita cuma perlu bayar 7ribu rupiah saja, untuk makanan dan minuman lainnya, bisa diliat di list menu aja.

List Menu
Jadi begitulah alasan kenapa anak SMA dan mahasiswa/i suka banget nongkrong disini. Tempatnya asiik, sajian juga mendukung. Mampir deh kalo nggak mau kalah gaul sama yang lain. Tempatnya ada di belakang gereja Ijen, atau deketnya hutan kota Malabar. (Shanty/051)

Suasana Eureka

Si Tengil yang Cetar Membahana

Bebek rempah, Batu



Saat Perjalanan menuju Jatim Park 2, di kiri jalan ada yang mengganggu penglihatan saya. Ternyata sebuah warung makan bebek yang bernama bebek tengil. Terpikir, aneh juga ada bebek namanya tengil. Apanya yang tengil? Sepulang dari Jatim Park 2 perut sudah lapar minta diisi. Bingung mau makan dimana. Tiba-tiba terbesit suatu warung yang membuat saya bertanya-tanya tadi. Setelah selesai flashback, sudah diputuskan untuk mengisi perut disana saja.
                Warung makan bebek itu letaknya di jalan Raya Mojorejo A6, Junrejo, Kota Batu. Tempatnya sederhana, tidak besar, tapi terasa asri. Setelah menunggu pesanan, akhirnya tercium juga bau bebek yang menggoda. Saya yakin itu pasti makanan yang saya pesan tadi. Tidak sabar untuk segera mencicipi. Sebelum ibunya pergi, saya menyempatkan diri untuk bertanya mengenai nama dari warung ini. Kata penjualnya dinamakan bebek tengil, karena warna sambalnya yang tidak jelas, apakah sambal hijau atau sambal merah. Sempat ngerasa lucu dan heran, karena hanya alasan warna sambal, nama bebek ini jadi tengil. Setelah usai mencerna kata-kata penjual tadi, kembali fokus saya pada bebek yang sudah tersaji dimeja makan ini.

Bebek dan Sambal Tengil versi bakar
Bebek Tengil Original

Nasinya dicetak dengan mangkok dan diberikan bumbu bebek berwarna kekuningan, sementara bebeknya sudah digoreng garing dan diberikan kremesan bumbu goreng. Tidak mau berpikir lama, langsung saja dagingnya dicomot dan di colek-colek pada sambal yang katanya tadi tengil. Rasa dagingnya sih lumayan enak, tidak terlalu keras, dan tidak terasa bau bebeknya. Lebih mantap adalah sambalnya, sambal yang berminyak itu rasa pedesnya cukup nendang dan bikin sensasi makan bebek ini jadi keringatan. Cocok sekali karena suasana sore diluar sedang diguyur hujan. Jadi dingin-dingin keringetan. Meskipun tidak terlalu besar bebeknya, tapi cukuplah mengeyangkan perut yang kelaparan. Setelah Perut penuh, waktunya membayar. Ternyata harganya tidak mahal, satu porsinya cukup merogoh kocek 11 ribu saja. Cocoklah dimasukkan dalam daftar kuliner bersama teman-teman nanti.
Kalau yang tidak suka makan bebek, jangan kecewa dulu. Soalnya ada menu lain di warung ini, contohnya saja tersedia Sop Iga, Tongseng Iga, Iga bakar, Ayam bakar juga ada, dan tetap saja sambalnya yang tengil selalu menjadi teman santap pengunjung. Tapi, saya belum mencoba menu lain selain bebeknya, karena menu utama memang bebek tengilnya. Lain kali, ketika kesana lagi, saya akan mencoba yang lain. Apakah sama-sama tengil seperti bebeknya? Coming soon.. (ULFAH/043)

menu andalan saat hujan "sop ayam pak min"

sop ayam pak min malang (cocok banget di musim hujan)

bagi pecinta kuliner yang melintas di kawasan Dinoyo pasti terheran-heran akan banyaknya spanduk hijau stabilo yang bertuliskan "Sop Ayam Pak Min Klaten". Lalu, sudahkah Ngalamers mencoba kelezatan kuliner baru ini? Jika belum maka sempatkanlah karena warung ini memang layak untuk dicoba.

Sop Ayam Pak Min terletak di Ruko Dinoyo, satu kompleks dengan Senam Inda dan Swalayan Persada. Dari jalan raya, keberadaan warung sederhana ini bisa dengan mudah diketahui melalui spanduk besar berwarna hijau serta banyaknya kendaraan yang parkir di depannya.

Sesuai dengan namanya, menu andalan di warung ini adalah Sop Ayam khas Klaten. Disini Ngalamers bisa memilih beberapa bagian tubuh ayam sebagai isiannya. Beberapa pililhan menu yang ada antara lain: sop campur, sop pisah daging, sop pisah kulit, sop pisah uritan, sop pisah cakar, sop pisah sayap, dll. Ngalamers juga bisa menambahkan kelengkapan lainnya seperti tahu goreng, tempe goreng, dan bergedel.

Warung ini tampaknya sudah menjadi favorit warga Malang. Hal ini terbukti dari padatnya pengunjung yang makan disini, terutama saat siang hari. Namun tidak perlu khawatir akan kehabisan tempat karena warung ini memiliki area yang luas dan di lantai dua juga ada area khusus lesehan. Pelayanan di warung ini juga cepat sehingga Ngalamers tidak perlu berlama-lama menunggu pesanan.

 yang ingin mencoba kelezatan sop ayam khas Klaten ini bisa datang mulai pukul 6 pagi hingga 9 malam, sesuai jam buka warung. Sekali datang, Ngalamers pasti ingin datang lagi untuk merasakan sop ayam yang bercita rasa gurih dan segar ini.









vika/09220147

Buto ijo sehijo rasanya hu hah hu hah


Nasi Goreng Buto Ijo, ya.. Demikianlah sebutan tempat makan di daerah jalan sigura-gura di dekat Kampus ITN, kota Malang. Menu yang unik di sediakan di tempat makan tersebut, meski tempat mereka jualan tergolong masih sederhana, dipinggir jalan dan menggunakan gerobak dorong, namun tidak sedikit pelanggan yang berdatangan untuk menyicipi nasi goreng tersebut.
   

Menu andalan mereka yaitu tentu saja, Nasi Goreng Buto Ijo, dengan berbagai level, dan dengan pilihan lauk steak ayam atau steak ikan. Lalu ada beberapa level yang tersedia, semakin besar level yang anda ambil, akan semakin terasa pedas yang membakar lidah anda, bila saya tidak lupa, ada kurang lebih sekitar 10 level, dari level 0 yang hanya berisi 3 cabe, hingga level 10 yang berisi sampai 80cabe, bahkan ada juga pengunjung yang berhasil memecahkan rekor dan hingga bertahan sampai saat ini yaitu dengan 120cabe, gila bener..

   Ada sensasi tersendiri saat makan nasi goreng ini, rasanya pun berbeda dari nasi goreng biasanya. Bagi anda pecinta kuliner, yang satu ini wajib anda kunjungi. Hehehe. Level pedasnya nasi goreng ini di tentukan dari banyaknya cabe hijau yang sudah menanti, maka dari itu nasi gorengnya nanti akan berwarna hijau, dan sesuai dengan nama tempat makan tersebut, Nasi Goreng Buto Ijo. Sekian dulu hasil kulinernya, silahkan mencoba.
vika (09220147)